Lentera Kabar.com– Sejumlah pengelola PETI di wilayah Lebak Selatan belum lama ini dibekuk Satreskrimsus Polda Banten, karena dinilai telah melakukan aktifitas pertambangan emas tanpa izin di wilayah setempat.
Namun, setelah para pengelola PETI itu digelandang oleh Satreskrimsus Polda Banten. Kini malah menimbulkan permasalahan baru. Karena, sejumlah warga kini tak dapat lagi mengolah tambang tersebut yang menjadi mata pencahariannya sehari hari dan tidak ada lagi lapangan pekerjaan lain bagi mereka (pengelola) tambang untuk dapat mencari nafkah bagi keluarganya.
Dengan begitu, Ketua DPD Ormas Badak Banten Kabupaten Lebak, Emus Nanang menyampaikan pihaknya akan segera melakukan aksi kemanusiaan sebagai bentuk simpati terhadap para warga yang telah kehilangan pekerjaannya.
“Masyarakat setempat mayoritas menggantungkan hidupnya dengan cara menambang dan mengolah bahan baku emas. Jika mereka tidak kembali bekerja (mengolah emas) makan apa keluarga mereka,” kata Emus kepada wartawan, di Rangkasbitung, Kamis (27/2/2024).
Pemkab Lebak harus bersikap tegas dalam menyikapi persoalan ini. Namun, kata dia pemkab juga harus juga memberikan yang solusi kepada warga yang bergantung hidupnya di lokasi tambang. Karena, jika lokasi tambang ditutup dari mana mereka dapat mencari nafkah hanya untuk memenuhi kehidupan keluraganya.
โKami minta Pemkab Lebak jangan hanya berdiam diri, tapi segera berikan solusi bagi masyarakat setempat (area tambang) yang menggantungkan mata pencahariannya di lokasi tambang,” katanya.
Jika Pemkab Lebak memberikan solusi atau lapangan pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan kepada mereka (pengelola) tambang atau warga sekitar yang terdampak. Dirinya menyakini warga pun akan beralih profesi dan berhenti secara otomatis dalam mengelola tambang.
โkalau tidak ada solusi, mereka bisa kembali melakukan kegiatan tambang ilegal atau mungkin beralih ke sektor yang lebih beresiko, ini harus dicegah,” ucapnya.
โJangan sampai pemerintah hanya bisa menindak tapi tidak bisa memberi solusi, karena yang menjadi korban adalah masyarakat kalangan bawah,” pungkasnya
๐ฅ๐ฒ๐ฝ๐ผ๐ฟ๐๐ฒ๐ฟ: ๐๐ผ๐๐ผ๐ฑ
Tidak ada komentar