Lentera Kabar.com – Sekretariat DPRD Banten saat ini tengah menjadi sorotan dari berbagai kalangan masyarakat dan mahasiswa, terkait pengadaan 100 unit meja rapat dengan harga fantastis mencapai Rp 1,7 miliar yang berasal dari dana APBD Provinsi Banten.
Karena dinilai adanya kejanggalan dalam pengadaan meja rapat yang mencapai miliaran rupiah tersebut. Mahasiswa yang tergabung dari berbagai organisasi meminta Inspektorat Banten untuk dapat mengaudit Sekretariat DPRD Banten.
“Kami mendesak Inspektorat Banten segera melakukan audit terhadap Setwan DPRD Banten terkait pengadaan meja dengan nilai yang sangat tidak wajar,” kata Pratama perwakilan mahasiswa dalam keterangan tertulisnya di Kota Serang, Senin (10/3/2025).
Menurutnya, dengan nilai yang mencapai miliaran rupiah hanya untuk belanja meja rapat tentu hal tersebut hanya sekedar buang buang anggaran saja sehingga mengundang komentar dan sorotan bukan hanya dari kalangan mahasiswa saja akan tetapi dari berbagai kalangan masyarakat.
“Ini bukan hanya persoalan mahasiswa, tetapi juga masyarakat luas. Anggaran negara seharusnya digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan dihamburkan untuk belanja seperti ini,” jelasnya.
Dirinya mengungkapkan, bahwa masyarakat tidak membutuhkan fasilitas mewah di ruang rapat DPRD. Namun, masyarakat membutuhkan kebijakan kebijakan yang mempunyai dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat.
“Yang dibutuhkan masyarakat bukan kemewahan meja rapat, tetapi keputusan yang bermanfaat bagi banyak orang,” ungkapnya.
Kata Pratama, di tengah Intruksi Presiden (Inpres) terkait efesiensi anggaran saat ini. Akan tetapi Sekretariat DPRD Banten malah justru belanja meja rapat yang harganya mencapai miliaran rupiah, ini jelas sangat bertentangan.
“Di tengah kebijakan efisiensi, Setwan DPRD Banten justru melakukan pembelian meja dengan harga tidak wajar,” tandasnya.
Padahal menurutnya, masih banyak penyedia lain yang menawarkan harga lebih murah dengan kualitas yang tetap baik. “Saya heran, kok bisa Sekwan memilih meja rapat seharga miliaran rupiah?. Padahal ada banyak penyedia lain dengan harga lebih murah dan kualitas yang sama baiknya,” katanya.
Ia bahkan mengatakan, jika anggaran tersebut dikelola dengan baik maka dana tersebut bisa dialihkan untuk program yang lebih bermanfaat, seperti pendidikan gratis bagi masyarakat Banten.
“Dengan begitu, kami (mahasiswa) beserta masyarakat Banten mendesak agar dugaan korupsi ini diusut tuntas dan pihak yang terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.
𝗥𝗲𝗽𝗼𝗿𝘁𝗲𝗿: 𝗡𝗮𝗻𝗱𝗶
Tidak ada komentar